Senin, 26 September 2016

“TENTANG SEPI”
Oleh Mela Oktasari
Kupandangi langit-langit hampa
Menoleh lagi ke bumbungan udara tampa tau asa
Sesaat aku menatap lurus tampa makna
Kenapa semua orang hanya berlalu?
Tak maukah hanya sekedar menyapa ku?
Sepasang mata mulai berkaca-kaca
Walaupun butir-butir berlian itu tak sampai keluar dari sarangnya
Kesedihan, kepedihan dihati memancar ke muka
Mulut bisu terbungkam hanya melihatkan rona tak sedap dipandang mata
Oh tuhan...
Seperti inikah alam nanti?
Alam ketika aku meninggalkan dunia ini
Saat tersandar,
Terdengar sekilas sapaan mendekat
Dikala sepi ini dia serasa malaikat
Lalu aku tersadar

Ini semua hanya tentang sepi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar