“TENTANG
SEPI”
Oleh
Mela Oktasari
Kupandangi langit-langit hampa
Menoleh lagi ke bumbungan udara tampa tau asa
Sesaat aku menatap lurus tampa makna
Kenapa semua orang hanya berlalu?
Tak maukah hanya sekedar menyapa ku?
Sepasang mata mulai
berkaca-kaca
Walaupun butir-butir
berlian itu tak sampai keluar dari sarangnya
Kesedihan, kepedihan
dihati memancar ke muka
Mulut bisu terbungkam
hanya melihatkan rona tak sedap dipandang mata
Oh tuhan...
Seperti inikah alam nanti?
Alam ketika aku meninggalkan dunia ini
Saat tersandar,
Terdengar sekilas sapaan mendekat
Dikala sepi ini dia serasa malaikat
Lalu aku tersadar
Ini semua hanya tentang sepi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar