Kendaraan hidup seorang
mahasiswa
Sejatinya masa yang menentukan
masa depan seorang pelajar adalah saat menjadi seorang mahasiswa. Namun
sebelumnya ada beberapa jenjang pendidikan yang dilewati, yaitu sekolah dasar
yang sudah
di ajarkan sekian banyak pelajaran dasar maupun etika. Setelah itu sekolah menengah pertama, disini tak kalah
banyak pelajaran didalamnya, setelah itu pakaian yang sebelumnya putih dongker
telah berubah menjadi putih abu abu
disaat duduk di bangku sekolah menengah atas.Bagi sebagian orang hal yang tak terlupakan pada masa SMA adalah masa
dimana mulai mengejar target perguruan tinggi yang menjadi akhir perjuangannya
pada masa SMA. Namun bagisebagian yang lain masa yang tidak terlupakan adalah
dimana masa masa bersama sahabat sahabat, teman teman dan guru yang telah menjadi
bagian hidupnya dimasa itu.Tapi sekarang kita menceritakan kehidupan keras yang
akan kita jalani pada tahun tahun kedepan setelah melewati masa masa SMA itu. Balik lagi ke cerita masa
SMA yang penuh perjuangan untuk mencapai perguruan tinggi favorit yang
diinginkan, setelah sebelumnya menjalani ujian nasional yang butuh persiapan
matang. Kata orang ujian nasional itu menentukan proses dari tiga tahunbelajar sebelumnya. Setelah mengetahui kelulusan ujian
nasional, siswa akan menghadapi jalur masuk perguruan tinggi yang akan menjadi
sarana untuk mendapat gelar calon mahasiswa, seperti SNMPTN, SBMPTN, dan ujian
mandiri atau ujian prestasi. Salah satu dari jalur masuk keperguruan tinggi ini
yang akan membuat seorang menanggalkan gelarnya sebagai siswa dan mendapatkan
gelar baru sebagai mahasiswa. Namun untuk mencapai gelar tersebut tak mudah, karena
butuh perjuangan dengan melawan ribuan pesaing dari berbagai sekolah menengah
atas yang ada di Indonesia. Bagi
siswa yang bersungguh sungguh dia akan mendapatkan perguruan tinggi yang diinginkan
sesuai dengan usaha yang dilakukan, tapi bagi yang berusaha secara pas-pasan
maka dia juga akan mendapatkan hasil yang sama.
Setelah berhasil menduduki perguruan tinggi, disinilah
awal perjuangan seorang mahasiswa.Pada masa ini dia akan bertemu dengan hal hal
yang baru, dia akan menemui lingkungan yang baru, cara belajar yang berbeda
dengan masa SMA, karakter pengajar yang berbeda, teman teman dan pergaulan yang
jauh berbeda dengan masa masa SMA dulu. Ini berarti dia harus pandai dalam
menyikapi perbedaan tersebut, dan yang paling penting seorang mahasiswa
dituntut untuk mandiri. Sikap mandiri bukan berarti dia tidak boleh bekerja
sama dengan orang lain, namun sikap mandiri disini adalah sikap yang
menunjukkan bahwa mahasiswa itu berani, mau belajar, dan mau berlatih sesuai
pengalaman hidunya.
Setelah dihadapkan pada kehidupan kampus, mahasiswaakan
mencapai tujuan hidupnya. Untuk mencapai tujuan tersebut tentu saja ada alat untuk
mengantarkannya ke tempat tersebut, yaitu sebuah kendaraan.Kendaraan disini di
ibaratkan sebagai dua buah karakter yang berbeda.Kendaraan rajin dan kendaraan
malas. Kedua karakter ini tidak bisa hanya didefenisikan sebagai karakter biasa
saja yang tak berpengaruh apa-apa. Karena karakter ini yang akan menentukan
arah perjalanan masa depan mahasiswa itu.Rajin dalam arti kata sebagai
mahasiswa tidak lagi mempunyai arti “bersungguh sungguh belajar supaya naik
kelas”, namun rajin bagi mahasiswa disini mempunyai arti yang cukup luas, yaitu
mahasiswa yang pandai mengatur waktunya untuk prestasi akademik dan prestasi
non akademik. Dia harus menyeimbangkan antara kedua nya. Untuk prestasi
akademik dia akan pandai melihat bagaimana cara belajar yang baik untuk dirinya,
pandai dalam mengatur waktu yang pas untuk belajar dan pandai mencari solusi
yang tepat untuk mata kuliah yang tidak dimengertinya, dia akan menjadikan
nilai atau IP sebagai hal yang penting dalam kuliah, dia akan membuat target
untuk IP dalam setiap semester. Mengenai prestasi akademik adalah suatu modal
untuknya dalam menunjukkan kecerdasan dan modal baginya untuk berfikir dan
membuat suatu ide. Tidak hanya soal akademik, organisasi dan kegiatan non
akademik juga tak kalah penting baginya, dia tidak menganaktirikan satu sama
yang lain, dia meletakkan keduanya secara seimbang, dengan mengikuti kegiatan
yang ada dikampus, organisasi organisasi islam, bergabung dalam lembaga dakwah
kampus, mengikuti salah satu UKM (unit kegiatan mahasiswa), mengikuti kegiatan
penggalangan dana, mengikuti kegiatan besar kampus yaitu BEM, melatih kemampuan
dalam berkomunikasi dan berorganisasi melalui kegiatan yang ada di masyarakat.
Kalau dikupas satu persatu akan banyak hal hal yang dilakukan seorang mahasiswa
yang menunjukkan jati dirinya sebagai seorang mahasiswa yang rajin, dia akan
melakukannya dengan bersungguh sungguh dan bersemangat, seperti kata pepatah
yang tak asing lagi didengar, yang sudah menjadi mantra bagi orang orang yang
mendalami maknanya, yang menjadikannya sebagai modal dalam mengerjakan sesuatu
“man jadda wa jadda”, ya kalimat yang hanya singkat simple dan biasa saja,
namun artinya sangat menunjukkan pembuktian yang nyata bagi yang
membuktikannya. Ada sebuah cerita negri 5 menara, seorang anak yang bernama
alif, alif disebutkan sebagai anak yang rajin di kampusnya, dalam setiap
pekerjaan nya dia hanya menerapkan sebuah kata kata “manjadda wa jadda” ,
akhirnya dengan kata kata itu dia bisa sukses untuk mencapai negri impian. Contoh
lain adalah seorang mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi yang ingin menjadi
seorang guru, selama dikampus dia rajin untuk belajar, mengikuti kegiatan
kampus , rajin ke pustaka untuk menambah wawasan calon guru, dan melatih diri
berkomunikasi dengan semua orang karena guru harus pandai dalam menjelaskan
pelajaran.Sifat rajin ini diletakkan sebagai kendaraan yang mengantarkan
mahasiswa, Mahasiswa yang rajin ini di artikan sebagai pengemudi kendaraan dan
cita citanya sebagai seorang guru adalah tempat pemberhentian akhir dari kendaraan
tersebut.Begitulah seorang mahasiswa rajin menunjukkan sikapnya dikampus.Sifat
rajin adalah sebuah kendaraan bagi mahasiswa, ibaratnya dia sedang berdiri
diatas sesuatu yang diciptakannya sendiri dan dirakitnya sejak dulu, dihiasinya
dengan pengalaman yang dilalui.
Sifat malas juga berarti kendaraan
yang berfungsi sama dengan kendaraan rajin, namun akan mengantarkan ketempat
yang berbeda. Sifat malas ini akan mengantarkannya sampai ke gerbang masa depan
yang suram, karena sesungguhnya sifat malasitu akan menghancurkan seseorang.
Karakter malas seorang mahasiswa sudah tidak jarang lagi kita jumpai seperti
mahasiswa kupu-kupu( kuliah pulang kuliah pulang), tidak peduli dengan
lingkungan kampus, tidak membekali diri dengan kemampuan tambahan, kuliah
dijalani begitu saja tampa target yang jelas. Sudah terlihat jelaS prilaku
mahasiswa yang mala situ akan menghancurkannya, dikemudian hari mahasiswa ini
akan menyesal.
Mahasiswa
yang bijak adalah mahasiswa yang akan menjalankan hal yang membuatnya berhasil
dan meninggalkan hal yang akan membatnya menyesal dikemudian hari, mahasiswa
yang rajin akan rutin membaca dan meminjam buku di pustaka untuk menambah
pengetahuan diluar tatap muka dengan dosen, tapi mungkin bagi sebagian orang
itu hal yang sangat membosankan, mahasiswa yang rajin tidak akan bolos kuliah
demi sekedar nongkrong di kantin, tapi mungkin bagi sebagian orang itu
merupakan halyang keren, dia akan menargetkan IPK cume laude, namun bagi
mahasiswa lainnya, jalani saja kuliah ini dengan usaha dan nilai apa adanya,
dia akan mengikuti kegiatan BEM untuk melatih kegiatan berkomunikasi dengan semua
orang, namun bagi mahasiswa pemalas buat apa mengikuti kegiatan yang tidak
pentinga itu mendingan tidur dirumah, bagi mahasiswa rajin dia akan memanfaatkan
waktu yang tidak terpakai untuk bekerja diparuh waktu, namun bagi bahasiswa
yang malas berfikir kalau kuliah ya kuliah aja dulu, gak usah sok sok an kerja,
bagi mahasiswa yang rajin dia akan memanfaatkan beasiswa sebagai biaya
kuliahnya, namun bagi mahasiswa pemalas dia tidak sadar kalau kuliah itu bisa
tampa biaya, dia tidak peduli dengan program apa yang ada dikampus.Itulah
beberapa perbandingan yang ditunjukkan diantara keduanya, yang menunjukkan
sikap yang saling bertolak belakang, seperti dua orang yang awalnya saling
berhadapan, namun setelah memiliki tujuan yang berbeda mereka saling
membelakangi dan saling berjalan kedepan dengan arah yang berlawanan dan
meninggalkan satu sama lainnya.
Bagi mahasiswa yang akan memilih kendaraan, pilihlah
kendaraan yang tepat, kendaraan yang satu jurusan dengan tujuan mu. Jangan
sampai kamu membayar kendaraan yang sia-sia , yang akan mengantarkan ke tempat
yang tidak kamu inginkan, bahkan ketempat yang tidak kamu byangkan sebelumnya.
Namun bagi kamu yang belum tau kendaraan mu.Segera lah pilih kendaraan yang
terbaik, tak ada kata terlambat bagi mu. Setelah sekian lama kamu berjalan
tampa arah, nikmati saat saat kamu merakit kendaraan itu, maka kamu akan
menikmati indahnya hasil dari usahamu itu. Jangan sampai kamu menyesal dikemudian
hari karena terpakai dalam dunia kerja.
Karena dunia kerja saat ini membutuhkan karakter yang tak hanya kecerdasan,
namun kemampuan kemampuan lain yang juga mendukung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar