Jumat, 09 September 2016

Kendaraan hidup seorang mahasiswa
Sejatinya masa yang menentukan masa depan seorang pelajar adalah saat menjadi seorang mahasiswa. Namun sebelumnya ada beberapa jenjang pendidikan yang dilewati, yaitu sekolah dasar yang sudah di ajarkan sekian banyak pelajaran dasar maupun etika. Setelah itu  sekolah menengah pertama, disini tak kalah banyak pelajaran didalamnya, setelah itu pakaian yang sebelumnya putih dongker telah berubah  menjadi putih abu abu disaat duduk di bangku sekolah menengah atas.Bagi sebagian orang hal  yang tak terlupakan pada masa SMA adalah masa dimana mulai mengejar target perguruan tinggi yang menjadi akhir perjuangannya pada masa SMA. Namun bagisebagian yang lain masa yang tidak terlupakan adalah dimana masa masa bersama sahabat sahabat, teman teman dan guru yang telah menjadi bagian hidupnya dimasa itu.Tapi sekarang kita menceritakan kehidupan keras yang akan kita jalani pada tahun tahun kedepan setelah melewati  masa masa SMA itu. Balik lagi ke cerita masa SMA yang penuh perjuangan untuk mencapai perguruan tinggi favorit yang diinginkan, setelah sebelumnya menjalani ujian nasional yang butuh persiapan matang. Kata orang ujian nasional itu menentukan proses dari tiga tahunbelajar  sebelumnya. Setelah mengetahui kelulusan ujian nasional, siswa akan menghadapi jalur masuk perguruan tinggi yang akan menjadi sarana untuk mendapat gelar calon mahasiswa, seperti SNMPTN, SBMPTN, dan ujian mandiri atau ujian prestasi. Salah satu dari jalur masuk keperguruan tinggi ini yang akan membuat seorang menanggalkan gelarnya sebagai siswa dan mendapatkan gelar baru sebagai mahasiswa. Namun untuk mencapai gelar tersebut tak mudah, karena butuh perjuangan dengan melawan ribuan pesaing dari berbagai sekolah menengah atas yang ada di Indonesia. Bagi siswa yang bersungguh sungguh dia akan mendapatkan perguruan tinggi yang diinginkan sesuai dengan usaha yang dilakukan, tapi bagi yang berusaha secara pas-pasan maka dia juga akan mendapatkan hasil yang sama.
Setelah berhasil menduduki perguruan tinggi, disinilah awal perjuangan seorang mahasiswa.Pada masa ini dia akan bertemu dengan hal hal yang baru, dia akan menemui lingkungan yang baru, cara belajar yang berbeda dengan masa SMA, karakter pengajar yang berbeda, teman teman dan pergaulan yang jauh berbeda dengan masa masa SMA dulu. Ini berarti dia harus pandai dalam menyikapi perbedaan tersebut, dan yang paling penting seorang mahasiswa dituntut untuk mandiri. Sikap mandiri bukan berarti dia tidak boleh bekerja sama dengan orang lain, namun sikap mandiri disini adalah sikap yang menunjukkan bahwa mahasiswa itu berani, mau belajar, dan mau berlatih sesuai pengalaman hidunya.
Setelah dihadapkan pada kehidupan kampus, mahasiswaakan mencapai tujuan hidupnya. Untuk mencapai tujuan tersebut tentu saja ada alat untuk mengantarkannya ke tempat tersebut, yaitu sebuah kendaraan.Kendaraan disini di ibaratkan sebagai dua buah karakter yang berbeda.Kendaraan rajin dan kendaraan malas. Kedua karakter ini tidak bisa hanya didefenisikan sebagai karakter biasa saja yang tak berpengaruh apa-apa. Karena karakter ini yang akan menentukan arah perjalanan masa depan mahasiswa itu.Rajin dalam arti kata sebagai mahasiswa tidak lagi mempunyai arti “bersungguh sungguh belajar supaya naik kelas”, namun rajin bagi mahasiswa disini mempunyai arti yang cukup luas, yaitu mahasiswa yang pandai mengatur waktunya untuk prestasi akademik dan prestasi non akademik. Dia harus menyeimbangkan antara kedua nya. Untuk prestasi akademik dia akan pandai melihat bagaimana cara belajar yang baik untuk dirinya, pandai dalam mengatur waktu yang pas untuk belajar dan pandai mencari solusi yang tepat untuk mata kuliah yang tidak dimengertinya, dia akan menjadikan nilai atau IP sebagai hal yang penting dalam kuliah, dia akan membuat target untuk IP dalam setiap semester. Mengenai prestasi akademik adalah suatu modal untuknya dalam menunjukkan kecerdasan dan modal baginya untuk berfikir dan membuat suatu ide. Tidak hanya soal akademik, organisasi dan kegiatan non akademik juga tak kalah penting baginya, dia tidak menganaktirikan satu sama yang lain, dia meletakkan keduanya secara seimbang, dengan mengikuti kegiatan yang ada dikampus, organisasi organisasi islam, bergabung dalam lembaga dakwah kampus, mengikuti salah satu UKM (unit kegiatan mahasiswa), mengikuti kegiatan penggalangan dana, mengikuti kegiatan besar kampus yaitu BEM, melatih kemampuan dalam berkomunikasi dan berorganisasi melalui kegiatan yang ada di masyarakat. Kalau dikupas satu persatu akan banyak hal hal yang dilakukan seorang mahasiswa yang menunjukkan jati dirinya sebagai seorang mahasiswa yang rajin, dia akan melakukannya dengan bersungguh sungguh dan bersemangat, seperti kata pepatah yang tak asing lagi didengar, yang sudah menjadi mantra bagi orang orang yang mendalami maknanya, yang menjadikannya sebagai modal dalam mengerjakan sesuatu “man jadda wa jadda”, ya kalimat yang hanya singkat simple dan biasa saja, namun artinya sangat menunjukkan pembuktian yang nyata bagi yang membuktikannya. Ada sebuah cerita negri 5 menara, seorang anak yang bernama alif, alif disebutkan sebagai anak yang rajin di kampusnya, dalam setiap pekerjaan nya dia hanya menerapkan sebuah kata kata “manjadda wa jadda” , akhirnya dengan kata kata itu dia bisa sukses untuk mencapai negri impian. Contoh lain adalah seorang mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi yang ingin menjadi seorang guru, selama dikampus dia rajin untuk belajar, mengikuti kegiatan kampus , rajin ke pustaka untuk menambah wawasan calon guru, dan melatih diri berkomunikasi dengan semua orang karena guru harus pandai dalam menjelaskan pelajaran.Sifat rajin ini diletakkan sebagai kendaraan yang mengantarkan mahasiswa, Mahasiswa yang rajin ini di artikan sebagai pengemudi kendaraan dan cita citanya sebagai seorang guru adalah tempat pemberhentian akhir dari kendaraan tersebut.Begitulah seorang mahasiswa rajin menunjukkan sikapnya dikampus.Sifat rajin adalah sebuah kendaraan bagi mahasiswa, ibaratnya dia sedang berdiri diatas sesuatu yang diciptakannya sendiri dan dirakitnya sejak dulu, dihiasinya dengan pengalaman yang dilalui.
            Sifat malas juga berarti kendaraan yang berfungsi sama dengan kendaraan rajin, namun akan mengantarkan ketempat yang berbeda. Sifat malas ini akan mengantarkannya sampai ke gerbang masa depan yang suram, karena sesungguhnya sifat malasitu akan menghancurkan seseorang. Karakter malas seorang mahasiswa sudah tidak jarang lagi kita jumpai seperti mahasiswa kupu-kupu( kuliah pulang kuliah pulang), tidak peduli dengan lingkungan kampus, tidak membekali diri dengan kemampuan tambahan, kuliah dijalani begitu saja tampa target yang jelas. Sudah terlihat jelaS prilaku mahasiswa yang mala situ akan menghancurkannya, dikemudian hari mahasiswa ini akan menyesal.
 Mahasiswa yang bijak adalah mahasiswa yang akan menjalankan hal yang membuatnya berhasil dan meninggalkan hal yang akan membatnya menyesal dikemudian hari, mahasiswa yang rajin akan rutin membaca dan meminjam buku di pustaka untuk menambah pengetahuan diluar tatap muka dengan dosen, tapi mungkin bagi sebagian orang itu hal yang sangat membosankan, mahasiswa yang rajin tidak akan bolos kuliah demi sekedar nongkrong di kantin, tapi mungkin bagi sebagian orang itu merupakan halyang keren, dia akan menargetkan IPK cume laude, namun bagi mahasiswa lainnya, jalani saja kuliah ini dengan usaha dan nilai apa adanya, dia akan mengikuti kegiatan BEM untuk melatih kegiatan berkomunikasi dengan semua orang, namun bagi mahasiswa pemalas buat apa mengikuti kegiatan yang tidak pentinga itu mendingan tidur dirumah, bagi mahasiswa rajin dia akan memanfaatkan waktu yang tidak terpakai untuk bekerja diparuh waktu, namun bagi bahasiswa yang malas berfikir kalau kuliah ya kuliah aja dulu, gak usah sok sok an kerja, bagi mahasiswa yang rajin dia akan memanfaatkan beasiswa sebagai biaya kuliahnya, namun bagi mahasiswa pemalas dia tidak sadar kalau kuliah itu bisa tampa biaya, dia tidak peduli dengan program apa yang ada dikampus.Itulah beberapa perbandingan yang ditunjukkan diantara keduanya, yang menunjukkan sikap yang saling bertolak belakang, seperti dua orang yang awalnya saling berhadapan, namun setelah memiliki tujuan yang berbeda mereka saling membelakangi dan saling berjalan kedepan dengan arah yang berlawanan dan meninggalkan satu sama lainnya.

Bagi mahasiswa yang akan memilih kendaraan, pilihlah kendaraan yang tepat, kendaraan yang satu jurusan dengan tujuan mu. Jangan sampai kamu membayar kendaraan yang sia-sia , yang akan mengantarkan ke tempat yang tidak kamu inginkan, bahkan ketempat yang tidak kamu byangkan sebelumnya. Namun bagi kamu yang belum tau kendaraan mu.Segera lah pilih kendaraan yang terbaik, tak ada kata terlambat bagi mu. Setelah sekian lama kamu berjalan tampa arah, nikmati saat saat kamu merakit kendaraan itu, maka kamu akan menikmati indahnya hasil dari usahamu itu. Jangan sampai kamu menyesal dikemudian hari karena  terpakai dalam dunia kerja. Karena dunia kerja saat ini membutuhkan karakter yang tak hanya kecerdasan, namun kemampuan kemampuan lain yang juga mendukung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar